Sabtu, 18 Oktober 2014

Kewirausahaan dan Wirausahawan

Kewirausahaan adalah padanan kata entrepreneurship dalam bahasa inggris, unternehmer dalam bahasan jerman, ondernemen dalam bahasa belanda. Kata kewirausahaan di Indonesia dari kata entrepreneurship yang dahulunya sering diterjemahkan dengan kata rjemahkan dengan kata kewirausahaan. Entreprenenur berasal dari bahasa Perancis yang artinya memulai atau melaksanakan.
Kewirausahaan dalam bahasa Indonesia berasal dari kata wira dan usaha. Wira, berarti pejuang, pahlawan, manusia unggul, teladan, berbudi luhur, gagah berani dan berwatak agung. Usaha, berarti perbuatan amal, bekerja, berbuat sesuatu. Jadi wirausaha adalah pejuang atau pahlawan yang berbuat sesuatu. Ini baru dari segi etimologi (asal usul kata).
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, wirausaha adalah orang yang pandai atau berbakat mengenali produk baru, menentukan cara produksi baru, menyusun operasi untuk mengadakan produk baru, mengatur permodalan operasinya serta memasarkannya.
Kunci penting seorang wirausahawan adalah berpikir kreatif, inovatif, berani mengambil resiko dan tidak mudah putus asa. Selain itu seorang wirausaha dapat terlihat dari karakteristiknya. Karakteristik seorang wirausaha menurut menurut Mc Clelland yaitu sebagai berikut:
1.        Keinginan untuk berprestasi
2.        Keinginan untuk bertanggung jawab
3.        Preferensi kepada resiko-resiko menengah
4.        Persepsi kepada kemungkinan berhasil
5.        Rangsangan oleh umpan balik
6.        Aktivitas energik
7.        Orientasi ke masa depan
8.        Keterampilan dalam pengorganisasian
9.        Sikap terhadap uang
Karakteristik wirausahawan yang sukses dengan n Ach tinggi. N Ach tinggi yaitu dorongan untuk meraih sukses dalam hal ini sebagai wirausaha yaitu sebagai berikut :
1.        Kemampuan inovatif
2.        Toleransi terhadap kemenduaan (ambiguity)
3.        Keinginan untuk berprestasi
4.        Kemampuan perencanaan realistis
5.        Kepemimpinan terorientasi kepada tujuan
6.        Obyektivitas
7.        Tanggung jawab pribadi
8.        Kemampuan beradaptasi
9.        Kemampuan sebagai pengorganisasi dan administrator
Seorang wirausaha hendaknya memiliki tujuan dalam pencapaian ekonomi untuk usaha yang akan dibangun. Tiga kebutuhan dasar yang mempengaruhi pencapaian tujuan ekonomi menurut Mc Clelland, yaitu:
1.        Kebutuhan untuk berprestasi (nAch)
n-ACH adalah motivasi untuk berprestasi, karena itu karyawan akan berusaha mencapai prestasi tertingginya, pencapaian tujuan tersebut bersifat realistis tetapi menantang, dan kemajuan dalam pekerjaan. Contohnya, Karyawan perlu mendapat umpan balik dari lingkungannya sebagai bentuk reward terhadap usaha yang dilakukannya tersebut.
2.        Kebutuhan untuk berafiliasi (n Afi)
Kebutuhan untuk Berafiliasi atau Bersahabat (n-AFI). Kebutuhan akan Afiliasi adalah hasrat untuk berhubungan antar pribadi yang ramah dan akrab. Contohnya Seorang yang memiliki keinginan untuk mempunyai hubungan yang erat, kooperatif dan penuh sikap persahabatan dengan pihak lain.
3.        Kebutuhan untuk berkuasa (n Pow)
Kebutuhan akan Kekuasaan (n-POW) Kebutuhan akan kekuasaan adalah kebutuhan untuk membuat orang lain berperilaku dalam suatu cara dimana orang-orang itu tanpa dipaksa tidak akan berperilaku demikian atau suatu bentuk ekspresi dari individu untuk mengendalikan dan mempengaruhi orang lain.Contohnya, seorang atasan ingin dapat mengendalikan dan mempengaruhi bawahannya, dimana para karyawannya berperilaku sesuai yang diinginkan oleh atasan tersebut.
Mengerti peluang usaha untuk seorang wirausaha sangat diperlukan namun perlu adanya identifikasi untuk mengetahui peluang usaha yang sedang berkembang. Sumber-sumber gagasan dalam identifikasi peluang usaha baru, yaitu:
1.        Kebutuhan akan sumber penemuan.
2.        Hobi atau kesenangan pribadi.
3.        Mengamati kecenderungan-kecenderungan.
4.        Mengamati kekurangan-kekurangan produk dan jasa yang ada.
5.        Kegunaan lain dari barang-barang biasa.
6.        Pemanfaat produk dari perusahaan lain.

Unsur-unsur analisa pulang pokok yaitu:
1.        Biaya tetap
2.        Biaya variabel
3.        Biaya total
4.        Pendapatan total
5.        Keuntungan
6.        Kerugian
7.        Titik pulang pokok

Pembagian dalam bentuk-bentuk kepemilikan diantaranya yaitu:
1.        Kepemilikan perseorangan, dimiliki dan dijalankan oleh 1 orang, sehingga laba yang diterima tidak perlu dibagi-bagi,
2.        Kepemilikan kongsi, dimiliki dan dijalankan oleh 2 orang atau lebih, kepemilikan bersama atas harta, umur perusahaan terbatas, adanya pembagian laba,
3.        Perusahaan perseroan, perusahaan yang memiliki badan hukum, kewajiban pemilik saham terbatas pada jumlah saham yang dimilikinya, kepemilikan perusahaan dapat berpindah tangan, eksistensi relatif stabil.

Dikutip dari:
http://thesis.binus.ac.id/doc/Bab2/2012-1-00386-MN%20Bab2001.pdf
http://fitrian.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/13729/Kewirausahaan+berasal+dari+kata+wira+dan+usaha.doc
http://gabrielamarcelina.wordpress.com/2012/10/30/tugas-softskill-kewirausahaan-1/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar