Senin, 08 Desember 2014

Perencanaan Organisasional

Perencanaan adalah proses menentukan bagaimana organisasi dapat mencapai tujuannya, dimana ditujukan pada tindakan yang tepat melalui melalui proses analisa, evaluasi, seleksi diantara kesempatan-kesempatan yang diprediksi terlebih dahulu.
Tujuan Perencanaan adalah membentuk usaha yang terkoordinasi dalam organisasi. Perencanaan Organisasional mempunyai dua tujuan :
      Tujuan Perlindungan (Protective) : meminimisasikan resiko dengan mengurangi ketidakpastian di sekitar kondisi bisnis dan menjelaskan konsekuensi tindakan manajerial yang berhubungan
      Tujuan Kesepakatan (Affirmative) : meningkatkan tingkat keberhasilan organisasional
Pengorganisasian adalah suatu proses pembentukan kegunaan yang teratur untuk semua sumber daya dalam sistem manjemen. Penggunaan yang teratur tersebut menekankan pada pencapian tujuan sistem manajemen dan membantu wirausahawan tidak hanya dalam pembuatan tujuan yang nampak tetapi juga didalam menegaskan sumber daya yang akan digunakan untuk mencapai tujuan tersebut.
Pada hakikatnya, tiap sumber daya organisasional mewakili suatu investasi darimana sistem manajemen harus dapat pengembaliannya. Pengorganisasian yang sesuai dari sumber daya-sumber daya tersebut akan meningkatkan efektivitas dan efisiensi dari penggunaanya. Henry Fayol telah mengembangkan 16 garis pedoman umum yang bisa digunakakn ketika mengorganisasi sumber daya-sumber daya, yaitu :
1.        Menyiapkan dan melaksanakan rencana operasional secara bijaksana.
2.        Mengorganisasi faset kemanusiaan dan bahan sehingga konsisten dengan tujuan, sumber daya, dan kebutuhan dari per soalan tersebut.
3.        Menetapkan wewenang tunggal, kompeten, enerjik, dan menuntun.
4.        Mengkoordinasi semua aktivitas-aktivitas dan usaha-usaha.
5.        Merumuskan keputusan yang jelas, berbeda, dan tepat.
6.        Menyusun seleksi yang efisien sehingga tiap-tiap departemen dipimpin oleh seorang manajer yang kompeten, enerjik, dan tiap-tiap karyawan ditempatkan pada tempat dimana dia bisa menyumbangkan tenaganya secara maksimal.
7.        Mendefinisikan tugas-tugas.
8.        Mendorong inisiatif dan tanggung jawab.
9.        Menberikan balas jasa yang adil dan sesuai bagi jasa yang diberikan.
10.    Memfungsikan sanksi terhadap kesalahan dan kekeliruan.
11.    Mempertahankan disiplin.
12.    Menjamin bahwa kepentingan individu konsisiten dengan kepentingan umum dari organisasi.
13.    Mengakui adanya satu komando.
14.    Mempromosikan koordinasi dahan dan kemusiaan.
15.    Melembagakan dan memberlakukan pengawsan.
16.    Menghindari adanya pengaturan, birokrasi, dan kertas kerja.

Keuntungan dan Kerugian Pembagian Tenaga Kerja
Keuntungan :
      Pekerja berspesialisasi dalam tugas tertentu sehingga keterampilan dalam tugas tertentu meningkat
      Tenaga kerja tidak kehilangan waktu dari satu tugas ke tugas yang lain
      Pekerja memusatkan diri pada satu pekerjaan dan membuat pekerjaan lebih mudah dan efisien
      Pekerja hanya perlu mengetahui bagaimana melaksanakan bagian tugas dan bukan proses keseluruhan produk
Kerugian :
      Pembagian kerja hanya dipusatkan pada efisiensi dan manfaat ekonomi yang mengabaikan variabel manusia
      Kerja yang terspesialisasi cenderung menjadi sangat membosankan yang akan berakibat tingkat produksi menurun

Menurut Chester Barnard akan makin banyak perintah manajer yang diterima dalam jangka panjang jika :
1.        Saluran formal dari komunikasi digunakan oleh manajer dan dikenal semua anggota organisasi
2.        Tiap anggota organisasi telah menerima saluran komunikasi formal melalui mana dia menerima perintah
3.        Lini komunikasi antara manajer bawahan bersifat langsung
4.        Rantai komando yang lengkap
5.        Manajer memiliki keterampilan komunikasi yang memadai
6.        Manajer menggunakan lini komunikasi formal hanya untuk urusan organisasional
7.        Suatu perintah secara otentik memang berasal dari manajer

Jenis-Jenis Wewenang:
1.        Wewenang Lini
2.        Wewenang Staf
3.        Wewenang Fungsional

Delegasi
Terdapat tiga langkah dalam proses pendelegasian :
1.        Membebankan semua kewajiban tertentu pada individu
2.        Proses pendelegasian melibatkan pemberian wewenang yang semestinya kepada bawahan
3.        Penciptaan kewajiban pada bawahan untuk melaksanakan kewajiban yang dibebankan

Kendala bagi proses pendelegasian:
1.        Kendala yang berhubungan dengan penyelia
2.        Kendala yang berhubungan dengan bawahan
3.        Kendala yang berhubungan dengan organisasi

Sumber:
 http://elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/kewirausahaan/bab11-dasar_dasar_pengorganisasian.pdf
http://home.unpar.ac.id/~lpkm/dasar-dasar%20pengorganisasian.html

Sabtu, 18 Oktober 2014

Inspirasi dari Pengusaha Muda

Tidak ada yang mustahil untuk segala hal di masa kini termasuk menjadi seorang pengusaha muda. Walaupun akan banyak orang yang akan mencemooh usaha seorang muda untuk menjadi pengusaha namun dengan tekad kuat dan usaha keras semua itu akan terwujud seperti dua tokoh pengusaha muda berikut ini. Hamzah dan Yasa merupakan dua pengusaha yang usianya masih remaja. Apapun mereka jalani demi mendapatkan penghasilan tanpa harus menyusahkan orangtua.

Hamzah IzzulHaq. Hamzah adalah kata sapaan atau panggilan akrab enterperneur muda ini dengan nama lengkap : Hamzah izzulhaq seperti Profil Hamzah Izzulhaq diatas, Hamzah adalah salah satu contoh enterperneur muda yang sukses dengan usaha membangun Franchase dan juga sebagai Direktur CV Hamasa yang bergerak dalam bidang kerajinan sofa bed. Hamzah sudah belajar berbisnis mulai usia dini pada waktu kelas 5 SD dengan menjual beberapa macam permainan seperti kelereng, petasan,dan berbagai macam permainan yang disukai anak-anak.
Mulai beranjak dewasa padawaktu masuk jenjang SMA  Hamzah  mulai berbisnis dalam bidang pulsa dan buku – buku dengan melobi pamannya yang mempunyai Toko buku yang besar Hamzah mulai menjadi Distributor Buku dengan diskon 30 %  dari pamannya.  Buku tersebut dijualkan kepada adik kelas dan kakak kelasnya dengan diskon 10% sehingga dia meraup keuntungan 20% setiap bukunya. dari itu semua hamzah mengantongi Rp 950 ribu. Setelah dapat modal tersebut Hamzah membuka konter pulsa tetapi sayangnya  dalam 3 bulan gulung tikar karena pulsanya sering dikonsumsi sendiri . Dia merasa down dari kebangkrutannya, Hamzah harus bangkit dari keterpurukannya denganmembaca buku-buku bisnis dan motivasi pengembangan diri. Dari sisa tabungannya Hamzah  menggunakannya untuk jualan pulsa lagi dan membeli alat pembuat pin pada waktu kelas2 SMA. setelah usaha tersebut hamzah merugi karena  tak menguasai teknik dalam pembuatan pin sehingga produksinya banyak yang gagal dan Ayah hamzah marah besar.
Hamzah tidak putus asa  dan kembali lagi merenungi kesalahannya dan membaca  biografi pengusaha-pengusaha besar tak lama kemudian ia berjualan snack-snck roti dan meraup keuntungan 5 jutaan dan setelah itu ia ketemu dengan mitra bisnis yang menjual franchise bimbel seharga 175 jutatetapi hamzah tidakpunya uang sebesar itu kemudian di harus pinjam ayahnya yang sebagai dosen teapi ayahnya meminjami uang 70 juta  yang semestinya untuk dibelikan mobil. Hamzah melobi untuk membayar 75 juta dulu sisanya yang 100 juta untuk dicicil. Usaha tersebut berkembang dengan pesat sehingga hamzah mempunyai 3 lisensi bimbel. Dia  memperoleh omzet sebesar Rp360 juta/6 bulan dari 200 jumlah siswa yang ada  dengan keuntungan sekitar Rp180 juta/6bulan. Setelah sukses mengelola bisnis tersebut, Hamzah lalu mengembangkan sayapnya dengan melirik usaha sofabed.  Sekarang , bisnis Hamzah telah resmi berbadan hukum dengan nama CV Hamasa Indonesia.  Dia resmi menjadi direktur muda di perusahan kerajinan sofa Setelah Lulusan SMA tahun 2011 omzetnya sekarang mencapai mencapai Rp100 juta per bulan.

Yasa Paramita Singgih. Yasa Paramita Singgih adalah seorang pengusaha muda yang lahir di Bekasi 23 April 1995, Dia adalah anak ke tiga dari tiga bersaudara, Prajna, Viriya dan Yasa sendiri. Ayanya bernama Marga Singgih dan ibunya bernama Wanty Sumarta. Ia lebih dikenal dengan sebutan Yasa Singgih, dan sering muncul diberbagai media cetak dan digital sebagai pengusaha muda dibawah usia 20 tahun. Walaupun terbilang masih muda tetapi Yasasudah punya penghasilan sendiri. Yasa Singgih, baru berusia 18 tahun. Tapi ia sudah bisa menghasilkan pendapatan sendiri dari hasil bisnisnya. Setelah jatuh bangun dalam berbisnis kini Yasa sukses menjalani tiga usahanya dengan keuntungan miliaran rupiah.
Ia lahir di keluarga yang sederhana membuatnya menghargai kerja keras. Yasa menyelesaikan pendidikannya SD Ananda dan SD Surya Dharma, lalu melanjutkan di sekolah menengah dan akhir di SMA Regina Pacis Jakarta. Dia layaknya anak biasa yang masih suka bermain dan meminta uang jajan. Yang berbeda padanya hanyalah kasih sayang keluarga.
Sebenarnya walaupun sudah berhasil diusia 18 tahun ini, bukan berati kesuksesannya datang begitu saja, tetapi Yasa harus banyak mengalami kegagalan-kegagalan yang harus ia lalui. Pertama kali memulai bisnis ketika berusia 15 tahun ketika ia masih kelas 3 SMP pada saat itu ia mulai terjun dalam dunia bisnis dikarenakan kondisinya yang kepepet yaitu ketika ibunya menderita sakit. Dan disitu ia mendapatkan sebuah titik balik, jadi mau tidak mau bagaimana caranya supanyaia bisa bisa mempunyai penghasilan sendiri. Bukannya usaha yang baik untuk anak diusia 15 tahun, Yasa harus membawakan acara sebuah merek rokok yang diperuntukan untuk usia 18 tahun keatas. Tetapi baginya semua pasti ada hikmahnya selain melatih mental, ia juga terdorong untuk berbisnis lebih baik untuk kedepannya.
Setelah kontrak sebagai pembawa acara selesai, ia mulai berbisnis lampu hias warna- warni, tapi saying bisnis itu harus gagal ditengah jalan setelah enam bulan. Sebuah buku berjudul "the Power of Kepepet" karya Jaya Setiabudi, membuatnya terbakar berbisnis mandiri. Kala itu Yasa langsung menghubungi temanya yang memiliki usahan konveksi (milik ayahnya). Akhirnya ia mulai melirik ke bisnis kaos. Namun bisnis kaosnya ini juga sering gagal beberapa kali. Berkat semangat dan kenyakinannya, baru selanjutnya bisnis kaosnya kali ini bisa berhasil. Bisnis pertama yang ia lakoni pertama kali ini tidak memakai modal ataupun meminta kepada orang tua karena Yasa pinjam barang orang, alias bayarnya mundur. Setelah barangnya laku baru kita bayar ke suplyer (pemasok), sehingga saat itu bisa dibilang tidak memakai modal dan berbekal kepepet.
Singkat cerita ia menemui tiga orang yang ahli aplikasi desain. Dia yang tidak bisa mendesain, mulai berguru selama 7 hari. Hasilnya, ia masih tidak bisa sama sekali hingga hari terakhir desainnya harus dikirim. ia benar terdesak atau kepepet dan memutuskan menggunakan Microsoft Word untuk mendesain. Akhirnya ia pun mengirimkan sebuah desain yaitu gambar Ir. Soekarno.
Setelah dua minggu kaosnya jadi, dia segera menjual kasonya dan hanya laku terjual 2 buah saja. Dari dua kaonya, satu kaosnya dibeli oleh ibunya sendiri karena kasihan. Dan lucunya, dia merasa semuanya menarik dan perasaan kepepet itu semakin jadi. Lalu ia mulai bertekat dan ia pun akhirnya berlari ke Tanah Abang untuk membeli selusin kaos yang menghabiskan uang sampai 4 juta. Dia harus bersusah payah membawa kaos- kaos tersebut, melewati ribuan penjual dan pembeli yang tumpah jadi satu di sana. Sesampainya dirumah Yasa merasa terkejut sendiri dengan apa yang ia lakukan dengan keputusannya membeli banyak barang, sehingga Yasa harus memutar otak lagi bagaimana semua ini harus terjual kembali atau harus rugi besar-besaran. Beberapa kali menawarkan ditambah rasa percaya diri, ia mulai menjual produknya tanpa ada marketing khusus atau brand tersendiri. Lama kelamaan dalam satu bulan Yasa berhasil menutup modalnya dan mulai mencari cara menjual produknya sendiri.
Dua kali bisnis kaos yang bermodal kepepet, Yasa mulai merencanakan bisnisnya secara matang- matang. Dia membuka sebuah bisnis minuman yang diberi nama "Ini Teh Kopi", sebuah usaha kedai menjual minuman kopi duren. Usahanya tersebut bisa dibilang sukses besar ditambah dengan namanya yang dikenal. Dari bisnis kaos, karena ia pernah diwawancarai oleh majalah entrepreneur besar di Indonesia. Bisnis lainnya setelah sukses dalam bidang kuliner kini Yasa mulai bisnis baru yaitu membuka toko online "Men's Republic”. "Men's Republic" adalah bisnis ketiganya yang berfokus pada penjualan secara online. Dia menjual produk yang dikhususkan untuk pria. Dia menjual baik produk miliknya sendiri atau produk milik orang lain. Ia juga berencana membangun "Bilionary Versity, yaitu sekolah bisnis non- formal untuk para pengusaha muda. Dia berbisnis dengan kepercayaan bahwa usia muda haruslah dimanfaatkan baik- baik. Karena menurut Yasa menjadi seorang pengusaha itu sebenarnya latihan pikiran atau latihan beban untuk pikiran kita. Jadi, kalau kita mulai usaha sejak muda itu ada banyak sekali pengalaman yang bisa kita dapatkan.

Yasa merupakan sosok yang sangat menginspirasi di sosila media seperti Twitter dan juga Yasa juga sering dipanggil mengisi seminar atau memberikan training. Melalui Twitter, ia rajin menyemangati para pengusaha muda agar selalu semangat. Prinsipnya satu yaitu "Never too Young to Become Billionaire" atau tidak ada kata terlalu muda untuk menjadi seorang miliarder. Berikut beberapa Twitternya yang mampu memotivasi banya orang. Jadi, just do it, itu aja! Jangan takut untuk mulai usaha, pasti nanti akan ketemu jalannya. Menurutnya, Melangkah adalah yg pertama, menyempurnakan adalah yg berikutnya. Dan seiring berjalannya waktu dan kerja keras akhirnya ia mempunyai brand sendiri dan website. Yang membuat saya tertarik untuk mengambil seorang Yasa Singgis sebagai salah satu pengusaha yang sukses, karena Yasa memberikan motivasi kepada para remaja diluar sana bahwa usia muda harus benar-benar dimanfaatkan sebaik-baiknya. Dengan keyakinannya bahwa jika ia berani bermimpi maka ia akan dapat melakukannya. Ketika ia menuliskan tahun 2012, Men's Republic harus masuk majalah, salah satunya Elshinta, dan akhirnya AgustusMen's Republic diliput Majalah Elshinta. Perlu di ketahui bahwa omset kosnya dalam satu bulan mencapai 30 juta. dan satu lagi pesan dari Yasa kepada para calon pengusaha: Jangan pernah remehin kekuatan sebuah impian, kekuatan sebuah kata-kata dan kekuatan bakti anak buat orang tuanya. Hidup ini singkat, jika hari ini adalah hari terakhir kita di dunia. Ingin seperti apa kitadikenang? Hidup ini singkat, jika hari ini adalah hari terakhir kita di dunia. Apa yg kita tinggalkan buat orang-orang yg kita sayang? Bergerak! Mendingan susah dan berdarah2 pas masih muda daripada pas udah tua..

“Tua itu pasti, dewasa itu pilihan, tapi jadi pengusaha itu keputusan. FIGHT!”-Yasa Singgih

Sumber:
http://www.bingkaiberita.com/profil-dan-biodata-hamzah-izzulhaq/
http://m.kompasiana.com/post/read/636212/3/kewirausahaan-rela-gusti-ayu.html

Kewirausahaan dan Wirausahawan

Kewirausahaan adalah padanan kata entrepreneurship dalam bahasa inggris, unternehmer dalam bahasan jerman, ondernemen dalam bahasa belanda. Kata kewirausahaan di Indonesia dari kata entrepreneurship yang dahulunya sering diterjemahkan dengan kata rjemahkan dengan kata kewirausahaan. Entreprenenur berasal dari bahasa Perancis yang artinya memulai atau melaksanakan.
Kewirausahaan dalam bahasa Indonesia berasal dari kata wira dan usaha. Wira, berarti pejuang, pahlawan, manusia unggul, teladan, berbudi luhur, gagah berani dan berwatak agung. Usaha, berarti perbuatan amal, bekerja, berbuat sesuatu. Jadi wirausaha adalah pejuang atau pahlawan yang berbuat sesuatu. Ini baru dari segi etimologi (asal usul kata).
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, wirausaha adalah orang yang pandai atau berbakat mengenali produk baru, menentukan cara produksi baru, menyusun operasi untuk mengadakan produk baru, mengatur permodalan operasinya serta memasarkannya.
Kunci penting seorang wirausahawan adalah berpikir kreatif, inovatif, berani mengambil resiko dan tidak mudah putus asa. Selain itu seorang wirausaha dapat terlihat dari karakteristiknya. Karakteristik seorang wirausaha menurut menurut Mc Clelland yaitu sebagai berikut:
1.        Keinginan untuk berprestasi
2.        Keinginan untuk bertanggung jawab
3.        Preferensi kepada resiko-resiko menengah
4.        Persepsi kepada kemungkinan berhasil
5.        Rangsangan oleh umpan balik
6.        Aktivitas energik
7.        Orientasi ke masa depan
8.        Keterampilan dalam pengorganisasian
9.        Sikap terhadap uang
Karakteristik wirausahawan yang sukses dengan n Ach tinggi. N Ach tinggi yaitu dorongan untuk meraih sukses dalam hal ini sebagai wirausaha yaitu sebagai berikut :
1.        Kemampuan inovatif
2.        Toleransi terhadap kemenduaan (ambiguity)
3.        Keinginan untuk berprestasi
4.        Kemampuan perencanaan realistis
5.        Kepemimpinan terorientasi kepada tujuan
6.        Obyektivitas
7.        Tanggung jawab pribadi
8.        Kemampuan beradaptasi
9.        Kemampuan sebagai pengorganisasi dan administrator
Seorang wirausaha hendaknya memiliki tujuan dalam pencapaian ekonomi untuk usaha yang akan dibangun. Tiga kebutuhan dasar yang mempengaruhi pencapaian tujuan ekonomi menurut Mc Clelland, yaitu:
1.        Kebutuhan untuk berprestasi (nAch)
n-ACH adalah motivasi untuk berprestasi, karena itu karyawan akan berusaha mencapai prestasi tertingginya, pencapaian tujuan tersebut bersifat realistis tetapi menantang, dan kemajuan dalam pekerjaan. Contohnya, Karyawan perlu mendapat umpan balik dari lingkungannya sebagai bentuk reward terhadap usaha yang dilakukannya tersebut.
2.        Kebutuhan untuk berafiliasi (n Afi)
Kebutuhan untuk Berafiliasi atau Bersahabat (n-AFI). Kebutuhan akan Afiliasi adalah hasrat untuk berhubungan antar pribadi yang ramah dan akrab. Contohnya Seorang yang memiliki keinginan untuk mempunyai hubungan yang erat, kooperatif dan penuh sikap persahabatan dengan pihak lain.
3.        Kebutuhan untuk berkuasa (n Pow)
Kebutuhan akan Kekuasaan (n-POW) Kebutuhan akan kekuasaan adalah kebutuhan untuk membuat orang lain berperilaku dalam suatu cara dimana orang-orang itu tanpa dipaksa tidak akan berperilaku demikian atau suatu bentuk ekspresi dari individu untuk mengendalikan dan mempengaruhi orang lain.Contohnya, seorang atasan ingin dapat mengendalikan dan mempengaruhi bawahannya, dimana para karyawannya berperilaku sesuai yang diinginkan oleh atasan tersebut.
Mengerti peluang usaha untuk seorang wirausaha sangat diperlukan namun perlu adanya identifikasi untuk mengetahui peluang usaha yang sedang berkembang. Sumber-sumber gagasan dalam identifikasi peluang usaha baru, yaitu:
1.        Kebutuhan akan sumber penemuan.
2.        Hobi atau kesenangan pribadi.
3.        Mengamati kecenderungan-kecenderungan.
4.        Mengamati kekurangan-kekurangan produk dan jasa yang ada.
5.        Kegunaan lain dari barang-barang biasa.
6.        Pemanfaat produk dari perusahaan lain.

Unsur-unsur analisa pulang pokok yaitu:
1.        Biaya tetap
2.        Biaya variabel
3.        Biaya total
4.        Pendapatan total
5.        Keuntungan
6.        Kerugian
7.        Titik pulang pokok

Pembagian dalam bentuk-bentuk kepemilikan diantaranya yaitu:
1.        Kepemilikan perseorangan, dimiliki dan dijalankan oleh 1 orang, sehingga laba yang diterima tidak perlu dibagi-bagi,
2.        Kepemilikan kongsi, dimiliki dan dijalankan oleh 2 orang atau lebih, kepemilikan bersama atas harta, umur perusahaan terbatas, adanya pembagian laba,
3.        Perusahaan perseroan, perusahaan yang memiliki badan hukum, kewajiban pemilik saham terbatas pada jumlah saham yang dimilikinya, kepemilikan perusahaan dapat berpindah tangan, eksistensi relatif stabil.

Dikutip dari:
http://thesis.binus.ac.id/doc/Bab2/2012-1-00386-MN%20Bab2001.pdf
http://fitrian.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/13729/Kewirausahaan+berasal+dari+kata+wira+dan+usaha.doc
http://gabrielamarcelina.wordpress.com/2012/10/30/tugas-softskill-kewirausahaan-1/

Kewirausahaan dan Wirausahawan

Kewirausahaan adalah padanan kata entrepreneurship dalam bahasa inggris, unternehmer dalam bahasan jerman, ondernemen dalam bahasa belanda. Kata kewirausahaan di Indonesia dari kata entrepreneurship yang dahulunya sering diterjemahkan dengan kata rjemahkan dengan kata kewirausahaan. Entreprenenur berasal dari bahasa Perancis yang artinya memulai atau melaksanakan.
Kewirausahaan dalam bahasa Indonesia berasal dari kata wira dan usaha. Wira, berarti pejuang, pahlawan, manusia unggul, teladan, berbudi luhur, gagah berani dan berwatak agung. Usaha, berarti perbuatan amal, bekerja, berbuat sesuatu. Jadi wirausaha adalah pejuang atau pahlawan yang berbuat sesuatu. Ini baru dari segi etimologi (asal usul kata).
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, wirausaha adalah orang yang pandai atau berbakat mengenali produk baru, menentukan cara produksi baru, menyusun operasi untuk mengadakan produk baru, mengatur permodalan operasinya serta memasarkannya.
Kunci penting seorang wirausahawan adalah berpikir kreatif, inovatif, berani mengambil resiko dan tidak mudah putus asa. Selain itu seorang wirausaha dapat terlihat dari karakteristiknya. Karakteristik seorang wirausaha menurut menurut Mc Clelland yaitu sebagai berikut:
1.        Keinginan untuk berprestasi
2.        Keinginan untuk bertanggung jawab
3.        Preferensi kepada resiko-resiko menengah
4.        Persepsi kepada kemungkinan berhasil
5.        Rangsangan oleh umpan balik
6.        Aktivitas energik
7.        Orientasi ke masa depan
8.        Keterampilan dalam pengorganisasian
9.        Sikap terhadap uang
Karakteristik wirausahawan yang sukses dengan n Ach tinggi. N Ach tinggi yaitu dorongan untuk meraih sukses dalam hal ini sebagai wirausaha yaitu sebagai berikut :
1.        Kemampuan inovatif
2.        Toleransi terhadap kemenduaan (ambiguity)
3.        Keinginan untuk berprestasi
4.        Kemampuan perencanaan realistis
5.        Kepemimpinan terorientasi kepada tujuan
6.        Obyektivitas
7.        Tanggung jawab pribadi
8.        Kemampuan beradaptasi
9.        Kemampuan sebagai pengorganisasi dan administrator
Seorang wirausaha hendaknya memiliki tujuan dalam pencapaian ekonomi untuk usaha yang akan dibangun. Tiga kebutuhan dasar yang mempengaruhi pencapaian tujuan ekonomi menurut Mc Clelland, yaitu:
1.        Kebutuhan untuk berprestasi (nAch)
n-ACH adalah motivasi untuk berprestasi, karena itu karyawan akan berusaha mencapai prestasi tertingginya, pencapaian tujuan tersebut bersifat realistis tetapi menantang, dan kemajuan dalam pekerjaan. Contohnya, Karyawan perlu mendapat umpan balik dari lingkungannya sebagai bentuk reward terhadap usaha yang dilakukannya tersebut.
2.        Kebutuhan untuk berafiliasi (n Afi)
Kebutuhan untuk Berafiliasi atau Bersahabat (n-AFI). Kebutuhan akan Afiliasi adalah hasrat untuk berhubungan antar pribadi yang ramah dan akrab. Contohnya Seorang yang memiliki keinginan untuk mempunyai hubungan yang erat, kooperatif dan penuh sikap persahabatan dengan pihak lain.
3.        Kebutuhan untuk berkuasa (n Pow)
Kebutuhan akan Kekuasaan (n-POW) Kebutuhan akan kekuasaan adalah kebutuhan untuk membuat orang lain berperilaku dalam suatu cara dimana orang-orang itu tanpa dipaksa tidak akan berperilaku demikian atau suatu bentuk ekspresi dari individu untuk mengendalikan dan mempengaruhi orang lain.Contohnya, seorang atasan ingin dapat mengendalikan dan mempengaruhi bawahannya, dimana para karyawannya berperilaku sesuai yang diinginkan oleh atasan tersebut.
Mengerti peluang usaha untuk seorang wirausaha sangat diperlukan namun perlu adanya identifikasi untuk mengetahui peluang usaha yang sedang berkembang. Sumber-sumber gagasan dalam identifikasi peluang usaha baru, yaitu:
1.        Kebutuhan akan sumber penemuan.
2.        Hobi atau kesenangan pribadi.
3.        Mengamati kecenderungan-kecenderungan.
4.        Mengamati kekurangan-kekurangan produk dan jasa yang ada.
5.        Kegunaan lain dari barang-barang biasa.
6.        Pemanfaat produk dari perusahaan lain.

Unsur-unsur analisa pulang pokok yaitu:
1.        Biaya tetap
2.        Biaya variabel
3.        Biaya total
4.        Pendapatan total
5.        Keuntungan
6.        Kerugian
7.        Titik pulang pokok

Pembagian dalam bentuk-bentuk kepemilikan diantaranya yaitu:
1.        Kepemilikan perseorangan, dimiliki dan dijalankan oleh 1 orang, sehingga laba yang diterima tidak perlu dibagi-bagi,
2.        Kepemilikan kongsi, dimiliki dan dijalankan oleh 2 orang atau lebih, kepemilikan bersama atas harta, umur perusahaan terbatas, adanya pembagian laba,
3.        Perusahaan perseroan, perusahaan yang memiliki badan hukum, kewajiban pemilik saham terbatas pada jumlah saham yang dimilikinya, kepemilikan perusahaan dapat berpindah tangan, eksistensi relatif stabil.

Dikutip dari:
http://thesis.binus.ac.id/doc/Bab2/2012-1-00386-MN%20Bab2001.pdf
http://fitrian.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/13729/Kewirausahaan+berasal+dari+kata+wira+dan+usaha.doc
http://gabrielamarcelina.wordpress.com/2012/10/30/tugas-softskill-kewirausahaan-1/