Sabtu, 18 Oktober 2014

Kewirausahaan dan Wirausahawan

Kewirausahaan adalah padanan kata entrepreneurship dalam bahasa inggris, unternehmer dalam bahasan jerman, ondernemen dalam bahasa belanda. Kata kewirausahaan di Indonesia dari kata entrepreneurship yang dahulunya sering diterjemahkan dengan kata rjemahkan dengan kata kewirausahaan. Entreprenenur berasal dari bahasa Perancis yang artinya memulai atau melaksanakan.
Kewirausahaan dalam bahasa Indonesia berasal dari kata wira dan usaha. Wira, berarti pejuang, pahlawan, manusia unggul, teladan, berbudi luhur, gagah berani dan berwatak agung. Usaha, berarti perbuatan amal, bekerja, berbuat sesuatu. Jadi wirausaha adalah pejuang atau pahlawan yang berbuat sesuatu. Ini baru dari segi etimologi (asal usul kata).
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, wirausaha adalah orang yang pandai atau berbakat mengenali produk baru, menentukan cara produksi baru, menyusun operasi untuk mengadakan produk baru, mengatur permodalan operasinya serta memasarkannya.
Kunci penting seorang wirausahawan adalah berpikir kreatif, inovatif, berani mengambil resiko dan tidak mudah putus asa. Selain itu seorang wirausaha dapat terlihat dari karakteristiknya. Karakteristik seorang wirausaha menurut menurut Mc Clelland yaitu sebagai berikut:
1.        Keinginan untuk berprestasi
2.        Keinginan untuk bertanggung jawab
3.        Preferensi kepada resiko-resiko menengah
4.        Persepsi kepada kemungkinan berhasil
5.        Rangsangan oleh umpan balik
6.        Aktivitas energik
7.        Orientasi ke masa depan
8.        Keterampilan dalam pengorganisasian
9.        Sikap terhadap uang
Karakteristik wirausahawan yang sukses dengan n Ach tinggi. N Ach tinggi yaitu dorongan untuk meraih sukses dalam hal ini sebagai wirausaha yaitu sebagai berikut :
1.        Kemampuan inovatif
2.        Toleransi terhadap kemenduaan (ambiguity)
3.        Keinginan untuk berprestasi
4.        Kemampuan perencanaan realistis
5.        Kepemimpinan terorientasi kepada tujuan
6.        Obyektivitas
7.        Tanggung jawab pribadi
8.        Kemampuan beradaptasi
9.        Kemampuan sebagai pengorganisasi dan administrator
Seorang wirausaha hendaknya memiliki tujuan dalam pencapaian ekonomi untuk usaha yang akan dibangun. Tiga kebutuhan dasar yang mempengaruhi pencapaian tujuan ekonomi menurut Mc Clelland, yaitu:
1.        Kebutuhan untuk berprestasi (nAch)
n-ACH adalah motivasi untuk berprestasi, karena itu karyawan akan berusaha mencapai prestasi tertingginya, pencapaian tujuan tersebut bersifat realistis tetapi menantang, dan kemajuan dalam pekerjaan. Contohnya, Karyawan perlu mendapat umpan balik dari lingkungannya sebagai bentuk reward terhadap usaha yang dilakukannya tersebut.
2.        Kebutuhan untuk berafiliasi (n Afi)
Kebutuhan untuk Berafiliasi atau Bersahabat (n-AFI). Kebutuhan akan Afiliasi adalah hasrat untuk berhubungan antar pribadi yang ramah dan akrab. Contohnya Seorang yang memiliki keinginan untuk mempunyai hubungan yang erat, kooperatif dan penuh sikap persahabatan dengan pihak lain.
3.        Kebutuhan untuk berkuasa (n Pow)
Kebutuhan akan Kekuasaan (n-POW) Kebutuhan akan kekuasaan adalah kebutuhan untuk membuat orang lain berperilaku dalam suatu cara dimana orang-orang itu tanpa dipaksa tidak akan berperilaku demikian atau suatu bentuk ekspresi dari individu untuk mengendalikan dan mempengaruhi orang lain.Contohnya, seorang atasan ingin dapat mengendalikan dan mempengaruhi bawahannya, dimana para karyawannya berperilaku sesuai yang diinginkan oleh atasan tersebut.
Mengerti peluang usaha untuk seorang wirausaha sangat diperlukan namun perlu adanya identifikasi untuk mengetahui peluang usaha yang sedang berkembang. Sumber-sumber gagasan dalam identifikasi peluang usaha baru, yaitu:
1.        Kebutuhan akan sumber penemuan.
2.        Hobi atau kesenangan pribadi.
3.        Mengamati kecenderungan-kecenderungan.
4.        Mengamati kekurangan-kekurangan produk dan jasa yang ada.
5.        Kegunaan lain dari barang-barang biasa.
6.        Pemanfaat produk dari perusahaan lain.

Unsur-unsur analisa pulang pokok yaitu:
1.        Biaya tetap
2.        Biaya variabel
3.        Biaya total
4.        Pendapatan total
5.        Keuntungan
6.        Kerugian
7.        Titik pulang pokok

Pembagian dalam bentuk-bentuk kepemilikan diantaranya yaitu:
1.        Kepemilikan perseorangan, dimiliki dan dijalankan oleh 1 orang, sehingga laba yang diterima tidak perlu dibagi-bagi,
2.        Kepemilikan kongsi, dimiliki dan dijalankan oleh 2 orang atau lebih, kepemilikan bersama atas harta, umur perusahaan terbatas, adanya pembagian laba,
3.        Perusahaan perseroan, perusahaan yang memiliki badan hukum, kewajiban pemilik saham terbatas pada jumlah saham yang dimilikinya, kepemilikan perusahaan dapat berpindah tangan, eksistensi relatif stabil.

Dikutip dari:
http://thesis.binus.ac.id/doc/Bab2/2012-1-00386-MN%20Bab2001.pdf
http://fitrian.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/13729/Kewirausahaan+berasal+dari+kata+wira+dan+usaha.doc
http://gabrielamarcelina.wordpress.com/2012/10/30/tugas-softskill-kewirausahaan-1/

Minggu, 29 Juni 2014

Toksikologi Logam Berat

Bandung, Kompas – Sungai Citarum serta Waduk Saguling dan Cirata di 
Kabupaten Bandung saat ini tercemar logam berat. Jika tidak segera 
ditanggulangi, dikhawatirkan pencemaran logam berat akan berdampak pada 
kesehatan masyarakat karena daerah tersebut merupakan sentra budidaya ikan.

Demikian hasil penelitian Laboratorium Higiene Industri dan Taksikologi, 
Departemen Teknik Lingkungan, Institut Teknologi Bandung (ITB), yang 
dipaparkan Katharina Oginawati dari laboratorium tersebut kepada wartawan, 
Rabu (11/6), di Bandung.

Waduk Saguling dan Cirata pencemaran logam berat seperti merkuri (Hg), 
tembaga (Cu), seng (Zn), dan timbal (Pb) sudah melampaui baku mutu. Kadar 
tembaga di Waduk Cirata 0,008 miligram per liter, padahal Peraturan 
Pemerintah Nomor 18 Tahun 1999 menetapkan 0,001 miligram per liter. 
Kandungan timbal juga 0,03 miligram per liter, tiga kali diatas standar.

Kondisi Waduk Saguling lebih buruk karena menjadi tempat pengendapan 
pertama Sungai Citarum. Kandungan merkuri (Hg) 30 kali di atas batas 
normal, 0,06 miligram per liter.


“Kalau sudah ada cemaran logam, ikan yang ada di situ juga mungkin
terkontaminasi melalui rantai makanan. Logam berat akan terakumulasi di
tubuh ikan yang akhirnya masuk tubuh manusia yang memakannya,” kata Katharina.
Adanya ikan yang tercemar logam berat berhasil dibuktikan dengan penelitian
ikan mas dan nila dari Waduk Cirata. Dalam daging ikan ditemukan kandungan
merkuri, tembaga dan seng dengan kadar yang cukup membahayakan. “Logam
berat itu terkonsentrasi di perut, lemak, dan daging ikan,”tambahnya.
Indah Rachmatyah, Peneliti dari Teknik Lingkungan ITB mengimbau agar
masyarakat berhati-hati mengonsumsi ikan air tawar. Hal ini karena
akumulasi logam berat di tubuh manusia dalam jangka panjang dapat
menyebabkan berbagai gangguan kesehatan, seperti penyakit minamata, bibir
sumbing, kerusakan susunan saraf, dan cacat pada bayi.
Menurut Indah, penyebab pencemaran adalah banyaknya industri di Bandung.
Khusus pencemaran merkuri mungkin karena ada penambangan emas seperti di
Soreang dan Pengalengan. Tujuh kawasan industri yang ada adalah Majalaya,
Banjaran, Rancaekek, Deyeuhkolot, Ujungberung, Cimahi, dan Padalarang.
Setiawan Wangsaatmaja, Kepala Bagian Pengendalian Kerusakan Lingkungan,
Badan Pengelola Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) Jawa Barat mengatakan,
BPLHD telah berupaya mencegah pencemaran tersebut dengan berbagai cara.
Sumber : http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/0306/12/iptek/365759.htm

Selasa, 29 April 2014

Penduduk Mebludak, Pemungkiman Tak Permanen Dimana-Mana

Indonesia merupakan negara berkembang yang memiliki jumlah penduduk terbanyak keempat di dunia. Jakarta merupakan ibu kota yang juga merupakan kota yang memiliki jumlah penduduk terbanyak di Indonesia. Jumlah penduduk di Jakarta pada tahun 2011 berdasarkan sensus penduduk, mencapai 9,6 juta jiwa dan sebanyak 2,5 juta jiwa warga luar Jakarta yang bekerja di Jakarta pada siang hari. Hal ini yang menyebabkan Jakarta menjadi kota metropolitan terbesar di Asia Tenggara dan kota urutan yang kedua. Sedangkan luas Jakarta hanya sekitar 661,52 km2. Jika dilakukan perhitungan maka setiap orang di Jakarta hanya memiliki 68,9 m2 belum termasuk penduduk di luar Jakarta yang bekerja di Jakarta.
Jumlah penduduk di Jakarta masih terus bertambah dari adanya migrasi setiap arus balik mudik. Pertambahan penduduk setiap lebaran tercacat sebanyak kurang lebih 2100 jiwa untuk tiap tahunnya. Tak heran banyak tempat bukan pemungkiman dipaksa menjadi pemungkiman penduduk seperti kolong jembatan, bantalan kali dan lainnya. Hasil limbah rumah tangga dari pemungkiman dadakan ini akan terbuang di tempat bukan pembuangan limbah seharusnya. Akibatnya Jakarta menduduki peringkat ketiga terkotor di dunia menurut WHO.
Sebagai warga negara Indonesia, hal ini menjadi hal yang cukup memprihatinkan. Tinggal di kolong jembatan sebenarnya berbahaya dan tidak baik bagi kesehatan. Akan tetapi jumlah warga yang tinggal di kolong jembatan mencapai 2000 kepala keluarga. Hunian di kolong jembatan rawan terjadi kebakaran, bahkan dalam 1 tahun terdapat 2 kali kasus kebakaran di kolong jembatan. Selain itu nilai estetika pada kota Jakarta akan ikut menurun.
Pemerintah sebenarnya sudah melakukan antipasi pada penduduk yang tinggal di kolong jembatan. Sejak gurbenur DKI baru mulai menjabat, banyak rumah susun yang dibangun untuk warga dengan rumah non permanen untuk tempat tinggal. Akan tetapi sampai sekarang masih banyak saja jumlah warga yang tinggal di kolong jembatan. Seharusnya pemerintah lebih ketat lagi dalam melakukan inspeksi dan memberikan hukuman bagi warga yang melanggar. Kita tidak bisa semata-mata menyalahkan warga yang tetap tinggal di kolong jembatan. Jumlah penduduk yang semakin banyak dan tempat yang terbatas memaksa warga harus tinggal di tempat yang ada. Sehingga pemerintah DKI juga harus membatasi jumlah warga yang masuk ke DKI. Banyak warga Indonesia yang selalu beranggapan bahwa ibukota merupakan kota yang dapat menghasilkan pendapatan yang cukup menjanjikan. Sehingga jika pemerintah ingin membatasi jumlah penduduk yang masuk DKI, hal pertama yang harus dilakukan adalah melakukan pemerataan fasilitas untuk seluruh kota di Indonesia sehingga tidak adanya penumpukan penduduk di satu kota.  Sehingga warga yang tinggal di kolong jembatan tidak ada lagi.

Sumber:  http://www.suarapembaruan.com
Sumber Gambar:http://www.antarafoto.com/peristiwa/v1350629129/realisasi-pemukiman-kampung-deret
id.celebrity.yahoo.com/foto/lima-juta-warga-jakarta-tinggal-di-permukiman-kumuh-1395677441-slideshow/permukiman-warga-di-kawasan-kolong-jembatan-jelambar-photo-1395677049289.html

Minggu, 30 Maret 2014

Opini terhadap Permasalahan Lingkungan

PEKANBARU - Presiden Susilo Bambang Yudoyono (SBY) menganggap kabut asap di Pekanbaru, Riau merupakan ulah sejumlah warga yang melakukan pembakaran lahan. "Tahun lalu terjadi kebakaran hutan dan lahan. Kini terjadi lagi. Ini terjadi akibat ulah saudara-saudara kita melakukan pembakaran lahan. Mereka saudara-saudara kita warga Riau tidak menyadari bahwa akibat perbuatannya menyengsarakan warga lainnya," tegas Presiden SBY dalam teleconference dari Semarang dengan Satgas Penanggulangan Asap Riau di Mapolda Riau Jalan Sudirman, Pekanbaru, Jumat (14/3/2014).
Dalam pemaparannya, bahwa kebakaran bukan semata-mata kesalahan dari kondisi cuaca yang ekstrem sehingga mudah terbakar, tetapi warga Riau yang melakukan pembakaran lahan yang membuat bencana asap setiap tahunnya terjadi. Presiden menyatakan, Pemerintah Daerah Riau benar-benar gagal melakukan langkah pencegahan terhadap warganya yang membuka lahan dengan cara membakar. Jika ini terus terjadi, maka kata SBY bencana asap akan terus terjadi di Riau.
"Padahal di Riau kan ada pejabat, dari gubernur,wali kota, bupati, camat, kepala desa hingga lurah. Tapi mengapa langkah pencegahan tidak berjalan. Pembukaan lahan dengan cara dibakar terus terjadi," sebut SBY. Walau memberikan penjelasan dengan panjang lebar dalam teleconference, namun Presiden dalam pemaparanya tidak sedikitpun menyinggung pihak perusahaan yang juga turut andil dalam menyumbang asap di Riau.
Padahal sebelumnya Satgas Daurat Asap Riau menyebut sejumlah perusahaan yang bergerak dalam Hutan Tanaman Industri seperti PT Arara Abadi grub Sinar Mas Forestry, PT Sumatera Riang Lestari (SRL), PT Ruas Utama Jaya terindikasi kuat melakukan pembakaran lahannya. Bahkan satu perusahaan lainnya yakni PT Nasional Sagu Prima (NSP) telah ditetapkan sebagai tersangka.

Berita dikutip dari:


“Menurut saya sebaiknya perlu dilakukan tindakan tegas dalam kasus pembakaran lahan untuk membuka lahan baru. Setiap pejabat daerah pekanbaru baik itu dari lurah sampai gubernur seharusnya memberikan peraturan tegas, disertai dengan hukuman yang sesuai bagi oknum pembakar lahan yang ingin membuka lahan namun merugikan orang banyak. Seperti apa yang diucapkan oleh bapa k presiden "Tahun lalu terjadi kebakaran hutan dan lahan. Kini terjadi lagi. Ini terjadi akibat ulah saudara-saudara kita melakukan pembakaran lahan. Mereka saudara-saudara kita warga Riau tidak menyadari bahwa akibat perbuatannya menyengsarakan warga lainnya," perlu juga adanya kesadaran dari setiap warga untuk memahami dampak dari dilakukannya pembakaran lahan. Menumbuhkan kesadaran warga dapat dilakukan dengan diadakannya penyuluhan akan dampak dari membuka lahan dengan cara membakar lahan tersebut. Penyuluhan dilakukan secara berkala dan disampaikan dengan cara yang menarik agar warga mau menjalankan apa yang telah diinformasikan tentang pembakaran lahan. Perusahaan yang terkait dalam pembakaran lahan tersebut juga sebaiknya bertanggung jawab atas kebakaran lahan yang menimbulkan kabut asap sehingga merugikan warga sekitar. Perusahaan-perusahaan tersebut sebaiknya ditindak  tegas apabila tidak mematuhi peraturan, seperti sanksi dicabutnya izin usaha.”

Jumat, 31 Januari 2014

Metode Penelitian

BAB I
PENDAHULUAN


1.1       Latar Belakang
Perkembangan teknologi yang semakin pesat pada jaman sekarang menyebabkan internet bukan lagi suatu alat pendukung aktivitas manusia yang sulit digunakan. Kemudahan penggunaan internet juga mengakibatkan banyaknya akun-akun sosial media yang bermunculan. Pengguna akun sosial media tersebut saat ini bukan hanya orang-orang yang memang memerlukan penggunaan sosial media sebagai alat untuk menjalin silaturahim atau sebagai alat komunikasi, namun juga orang-orang yang hanya ingin mengikuti gaya hidup masa kini saja. Penggunaan sosial media tidak selalu berdampak baik bagi penggunanya, karena telah banyak kasus yang diakibatkan dari penggunaan sosial media yang salah.
Sosial media yang saat ini banyak beredar di dunia maya telah menjadi bagian dari keseharian manusia. Banyak orang yang dalam kesehariannya selalu bergantung dengan sosial media, baik untuk berkomunikasi ataupun hanya sekedar membagi aaktivitasnya kepada umum. Sosial media masa kini banyak yang dijadikan sebagai media untuk mempromosikan barang yang akan dijual, media pencurahahan perasaan, juga sebagai media untuk membagi ilmu atau informasi penting. Manfaat dari sosial media juga beriringan dengan dampak negatif dari sosial media tersebut, salah satunya adalah mendukung rencana penculikan, terjadinya tindak penipuan dan dapat juga terjadinya pencemaran nama baik melalui akun sosial media.
Solusi untuk dampak negatif dari permasalahan penggunaan sosial media adalah perlu adanya pengawasan ketat dari orang tua ataupun orang terdekat terhadap anak dibawah umur yang menggunakan akun sosial media, karena banyak kasus penculikan terjadinya dengan korban anak dibawah umur. Pengguna akun sosial dengan usia yang telah diperbolehkan hendaknya menggunakan akun media sosial dengan bijak agar tidak terjadi tindak pelanggaran hukum.

1.2       Perumusan Masalah
            Perumusan masalah merupakan alasan dilakukannya penelitian tentang dampak positif dan negatif dari penggunaan sosial media masa kini. Perumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana menyikapi dampak positif dan negatif dari penggunaan sosial media untuk masyarakat pada saat ini.

1.3       Pembatasan Masalah
            Pembatasan masalah digunakan agar permasalahan dalam penelitian ini tidak meluas dan tidak mencakup materi diluar tema permasalahan. Pembatasan masalah dalam penelitian ini yaitu:
1.        Ruang lingkup pengambilan data melalui Survey hanya di wilayah kampus Universitas Gunadarma Kampus J3 Kalimas.
2.        Kriteria responden adalah pengguna sosial media.
3.        Survey yang dilakukan hanya dengan  menggunakan kuesioner.

1.4       Tujuan Penelitian
            Penelitian yang dilakukan memiliki tujuan agar jelas maksud dari dilakukannya penelitian. Berikut ini merupakan tujuan dari penelitian yang dilakukan:
  1. Mengetahui dampak positif dan negatif dari penggunaan sosial media
  2. Mengetahui alasan dari menggunakan sosial media.
  3. Mengetahui rata-rata usia pengguna sosial media.







BAB II
KAJIAN LITERATUR


2.1       Sosial Media
Sosial media atau dalam bahasa indonesia disebut media sosial adalah media yang didesain untuk memudahkan interaksi sosial yang bersifat interaktif atau dua arah. Media sosial berbasis pada teknologi internet yang mengubah pola penyebaran informasi dari yang sebelumnya bersifat satu ke banyak audiens, banyak audiens ke banyak audiens (Paramitha, 2011).
Menurut Gunelius (2011) media sosial adalah penerbitan online dan alat-alat komunikasi, situs, dan tujuan dari Web 2.0 yang berakar pada percakapan, keterlibatan, dan partisipasi.
Definisi media sosial diperluas dikatakan bahwa media Sosial adalah demokratisasi informasi, mengubah orang dari pembaca konten ke penerbit konten. Hal ini merupakan pergeseran dari mekanisme siaran ke model banyak ke banyak, berakar pada percakapan antara penulis, orang, dan teman sebaya. berdasarkan defenisi tersebut diketahui unsur-unsur fundamental dari media sosial yaitu pertama, media sosial melibatkan saluran sosial yang berbeda dan online menjadi saluran utama. Kedua, media sosial berubah dari waktu ke waktu, artinya media sosial terus berkembang. Ketiga, media sosial adalah partisipatif. “penonton” dianggap kreatif sehingga dapat memberikan komentar (Evans, 2008).  

2.2       Manfaat Media Sosial
Media sosial mampu bersaing dengan berbagai komunikasi lainnya, bahkan memberi manfaat yang amat penting bagi perusahaan. Berikut beberapa manfaat media sosial menurut Puntoadi (2011) sebagai berikut:
1. Personal branding is not only figure, it’s for everyone. Berbagai media sosial seperti Facebook, Twitter, YouTube dapat menjadi media untuk orang berkomunikasi, berdiskusi, bahkan mendapatkan popularitas di sosial media. Keunggulan membangun personal branding melalui sosial media adalah tidak mengenal trik atau popularitas semu, karena audiensnya lah yang akan menentukan (Puntoadi, 2011).
2. Fantastic marketing result throught social media. People don’t watch TV’s anymore, they watch their mobile phones. Fenomena dimana cara hidup masyarakat saat ini cenderung lebih memanfaatkan telepon genggam mereka yang sudah terkenal dengan sebutan “smartphones”. Dengan smartphone, kita dapat melihat berbagai informasi (Puntoadi, 2011: 19).
3. Media sosial memberikan kesempatan untuk berinteraksi lebih dekat dengan konsumen. Media sosial menawarkan bentuk komunikasi yang lebih individual, personal dan dua arah. Melalui media sosial para pemasar dapat mengetahui kebiasaan konsumen mereka dan melakukan interaksi secara personal serta membangun keterikatan yang lebih dalam (Puntoadi, 2011: 21).
4. Media sosial memilki sifat viral. Viral menurut Danis (2011) berarti memiliki sifat seperti virus yaitu menyebar dengan cepat. Informasi yang muncul dari suatu produk dapat tersebar dengan cepat karena para penghuni sosial media memliki karakter berbagi.
Pemasaran media sosial atau sering disebut social media marketing adalah bentuk pemasaran langsung atau tidak langsung yang digunakan untuk membangun kesadaran, pengakuan, ingat, dan tindakan untuk merek, bisnis, produk, orang, atau badan lain dan dilakukan dengan menggunakan alat-alat dari Web sosial, seperti sebagai berbagi blogging, mikrobloging, jejaring sosial, bookmark sosial, dan konten (Gunelius, 2011).
Sosial media marketing mencakup taktik tertentu seperti berbagi kupon atau mengumumkan penjualan di facebook atau twitter, atau bisa mencakup lebih luas membangun merek inisiatif seperti berkomunikasi dengan orang-orang atau menciptakan konten yang menarik di blog, dalam sebuah video yang diunggah ke YouTube atau dalam presentasi bersama berbagi slide. Selain itu, pemasaran media sosial menawarkan kesempatan besar untuk pengusaha, usaha kecil, perusahaan menengah, dan perusahaan besar untuk membangun merek mereka dan bisnis mereka (Gunelius, 2011).
Menurut Gunelius (2011) tujuan paling umum dari pemasaran media sosial:
1. Membangun hubungan: manfaat utama dari pemasaran media sosial adalah kemampuan untuk membangun hubungan dengan konsumen secara aktif.
2. Membangun merek: percakapan melalui media sosial menyajikan cara sempurna untuk meningkatkan brand awareness, meningkatkan pengenalan dan ingatan akan merek dan meningkatkan loyalitas merek.
3. Publisitas: pemasaran melalui media sosial menyediakan outlet di mana perusahaan dapat berbagi informasi penting dan memodifikasi persepsi negatif.
4. Promosi: melalui pemasaran media sosial, memberikan diskon eksklusif dan peluang untuk audiens untuk membuat orang-orang merasa dihargai dan khusus, serta untuk memenuhi tujuan jangka pendek.
5. Riset pasar: menggunakan alat-alat dari web sosial untuk belajar tentang pelanggan, membuat profil demografi dan perilaku pelanggan, belajar tentang keinginan dan kebutuhan konsumen, serta belajar tentang pesaing.

Sumber Kajian Literatur:
Repository.usu.ac.id/bitstream/Chapter%20II.pdf. Diunduh pada 27 Januari 2014

Senin, 25 November 2013

Statistika Nonparametrik

Istilah nonparametrik sendiri pertama kali digunakan oleh Wolfowitz, 1942. Istilah lain yang sering digunakan antara lain distribution-free statistics dan assumption-free test. Berdasarkan istilah-istilah ini, dengan mudah disimpulkan  bahwa metode statistik nonparametrik merupakan metode statistik yang dapat digunakan dengan mengabaikan segala asumsi yang melandasi metode statistik parametrik, terutama yang berkaitan dengan distribusi normal. Metode pengujian ini digunakan bila salah satu parameter statistik parametrik tidak terpenuhi.
Kelebihan Uji Non Parametrik: 
·           Perhitungan sederhana dan cepat
·           Data dapat berupa data kualitatif (Nominal atau Ordinal)
·           Distribusi data tidak harus Normal
Kelemahan Uji Non Parametrik:
·           Tidak memanfaatkan semua informasi dari sampel (Tidak efisien)
Kelemahan uji nonparametric dapat diperbaiki dengan menambah ukuran sampel.
TUJUAN
JENIS DATA
Pengukuran dari populasi Gaussian
Skala ordinal atau pengukuran Non Gaussian
Binomial
Deskripsi satu kelompok
Mean, SD
Median, interquartile range
Proportion
Membandingkan satu kelompok dengan nilai hipotetis
One-sample t test
Wilcoxon test
Chi-square
atau
Binomial test
Membandingkan dua kelompok tidak berpasangan
Unpaired t test
Mann-Whitney test
Fisher's test
(chi-square untuk sampel besar)
Membandingkan dua kelompok berpasangan
Paired t test
Wilcoxon test
McNemar's test
Membandingkan lebih dari dua kelompok tidak berpasangan
One-way ANOVA
Kruskal-Wallis test
Chi-square test
Membandingkan lebih dari dua kelompok berpasangan
Repeated-measures ANOVA
Friedman test
Cochrane Q
Korelasi
Pearson correlation
Spearman RANK correlation
Contingency coefficients
Prediksi dengan pengukuran variabel lain
Simple linear regression
or
Nonlinear regression
Nonparametric regression
Simple logistic regression
Prediksi dari beberapa pengukuran atau variabel binomial
Multiple linear regression or
Multiple nonlinear regression
Multiple logistic regression

1.                 Uji Tanda (Sign Test)
Uji tanda adalah uji nonparametrik yang digunakan pada situasi dimana data tidak dianggap normal atau datanya bersifat ordinal. Asumsinya adalah distribusinya bersifat binomial. Binomial artinya dua nilai. Nilai ini dilambangkan dengan tanda, yaitu positif  (+) dan negative (─).
Uji ini sangat baik apabila syarat-syarat berikut dipenuhi :
a.         Pasangan hasil pengamatan yang sedang dibandingkan bersifat independen
b.        Masing-masing pengamatan dalam tiap pasang terjadi karena pengaruh kondisi yang serupa
c.         Pasangan yang berlainan terjadi karena kondisi yang berbeda
Uji dilakukan pada 2 sampel terpisah (independen):
o    Tanda (+)   →   data pada sampel 1 >  pasangannya sampel 2
o    Tanda (–)  →   data pada sampel  1 <  pasangannya sampel 2
o    Tanda nol (0) →  data pada sampel  1 = pasangannya sampel 2
Tanda Nol tidak digunakan dalam perhitungan.
Notasi yang digunakan:
n = banyak tanda (+) dan tanda (˗) dalam sampel











SUKSES tergantung dari apa yang ditanyakan (ingin diuji) dalam soal.
·           Jika yang ingin diuji sampel 1  > sampel 2 maka SUKSES adalah banyak tanda (+)
·           Jika yang ingin diuji sampel 1 <  sampel 2  maka SUKSES adalah banyak tanda (–)
penetapan-penetapan H0 dan H1:
terdapat 3 alternatif H0 dan H1:
(a)      H0: p = p0 dan H1: p < p0 Uji 1 arah dengan daerah penolakan H0: z ≤ zα
(b)     H0: p = p0 dan H1: p > p0 Uji 1 arah dengan daerah penolakan H0: z > zα
(c)      H0: p = p0 dan H1: p ≠ p0 Uji 2 arah dengan daerah penolakan H0: z ≤ zα/2 dan z > zα/2

2.                Uji Wilcoxon (Rank Sum Test)
Uji ini merupakan perbaikan dari uji tanda yang dijelaskan dalam bagian yang lalu. Dalam uji Wilcoxon, bukan saja tanda yang diperhatikan tetapi juga nilai selisih (X − Y).
Caranya adalah sebagai berikut :
a.         Beri nomor urut untuk setiap harga mutlak selisih (Xi − Yi). Harga mutlak yang terkecil diberi nomor urut atau peringkat 1, harga mutlak selisih berikutnya diberi nomor urut 2, dan akhirnya harga mutlak terbesar diberi nomor urut n. Jika terdapat selisih yang harga mutlaknya sama besar, untuk nomor urut diambil rata-ratanya.
b.        Untuk nomor urut berikan pula tanda yang didapat dari selisih (X − Y)
c.         Hitunglah jumlah nomor urut yang bertanda positif  dan juga jumlah nomor urut yang bertanda negatif.
d.        Untuk jumlah nomor urut yang didapat di c, ambillah jumlah yang harga mutlaknya paling kecil. Sebutlah jumlah ini sama dengan J, jumlah J inilah yang dipakai untuk menguji hipotesis :
Ho  : tidak ada perbedaan pengaruh kedua perlakuan
H1   : terdapat perbedaan pengaruh kedua perlakuan

Notasi yang digunakan :
N1 = ukuran sampel ke 1
N2 = ukuran sampel ke 2
N1<n2 ukuran sampel ke 1 selalu lebih kecil dari sampel ke 2
W = jumlah peringkat pada sampel berukuran terkecil







Sumber: